12 Februari 2026

Ketua DPRD Kotim Soroti Ketimpangan Pendidikan di Pelosok, Minta Pemerintah Ambil Langkah Serius

 Ketua DPRD Kotim Soroti Ketimpangan Pendidikan di Pelosok, Minta Pemerintah Ambil Langkah Serius

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pendidikan di wilayah pedalaman. Ia menilai masih banyak sekolah pelosok yang menghadapi keterbatasan sarana prasarana dan minimnya tenaga pendidik.

Menurut Rimbun, kondisi tersebut memicu ketimpangan pelayanan pendidikan antara sekolah di pusat kota dan daerah terpencil.

“Kita harus memastikan sekolah-sekolah di pelosok tidak terabaikan. Sarana, prasarana, dan guru harus tersedia agar anak-anak di sana memperoleh kesempatan yang setara,” tegasnya, Rabu (1/10/2025).

Perlu Kebijakan Jangka Panjang

Rimbun menegaskan bahwa permasalahan pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya melalui rapat atau pembahasan administratif semata. Ia meminta pemerintah daerah bersama legislatif merumuskan kebijakan jangka panjang yang fokus pada:

Perbaikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Penyediaan tenaga pendidik, Pemberian insentif bagi guru yang bersedia bertugas di wilayah terpencil.

Menurutnya, tanpa langkah terstruktur, disparitas pendidikan akan terus melebar.

DPRD Akan Turun Meninjau Langsung

Hingga kini, belum tersaji data publik yang rinci mengenai jumlah kekurangan guru maupun tingkat kerusakan fasilitas sekolah di pelosok. Karena itu, DPRD Kotim bersama instansi teknis berencana melakukan pemetaan kebutuhan melalui kajian lapangan.

“Tantangan pendidikan di wilayah terpencil memerlukan intervensi serius dari pemerintah daerah. Ini menyangkut masa depan generasi kita,” tandas Rimbun.

isuIndonesia.com

Related post