DPRD Minta Rumah Sakit Perkuat Standar Operasional Setelah Viral Dugaan Penyalahgunaan Ambulans
ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Kasus dugaan penyalahgunaan ambulans yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Wakil Ketua Komisi III, Riskon Fabiansyah, menilai momentum ini harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat standar operasional penggunaan kendaraan layanan kesehatan.
Riskon menekankan bahwa ambulans merupakan fasilitas publik yang memiliki fungsi khusus dan tidak boleh digunakan di luar kepentingan kedaruratan maupun pelayanan kesehatan. Ia menyampaikan, perhatian publik yang muncul merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah daerah.
“Ambulans ini memiliki peran vital. Jadi, setiap penggunaan harus benar-benar sesuai prosedur. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan,” ujarnya, Kamis 16 Oktober 2025.
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Komisi III berencana meminta klarifikasi dari manajemen Rumah Sakit Pratama Parenggean pada pembahasan APBD pekan depan. Agenda ini sekaligus untuk memastikan bahwa pengelolaan kendaraan dinas kesehatan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin mendengar langsung kronologinya. Ini bukan soal mencari siapa yang salah, tetapi memastikan mekanisme pengawasan berjalan baik,” kata legislator Partai Golkar itu.
Ia menjelaskan bahwa kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi bila setiap unit layanan publik mematuhi SOP dan melakukan pengawasan internal secara berkala. Menurutnya, penggunaan ambulans yang tidak tepat bukan hanya berpotensi melanggar aturan, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Banyak warga yang mengandalkan ambulans untuk kondisi darurat. Karena itu penggunaan di luar ketentuan sangat sensitif dan bisa menimbulkan persepsi negatif,” tegasnya.
Riskon berharap rumah sakit maupun instansi terkait menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi, sekaligus memperbaiki sistem agar kasus serupa tidak terulang. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menanggapi isu yang beredar.
“Yang terpenting sekarang adalah memperkuat komitmen pelayanan publik. Semua pihak harus menjaga kepercayaan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan,” tutupnya.

