Ketua DPRD Kotim Ingatkan Dewan: Pembahasan RAPBD 2026 Harus Serius dan Tepat Waktu
ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, mengingatkan seluruh anggota legislatif agar bersikap serius dan disiplin dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
Ia menegaskan bahwa penyusunan anggaran tidak boleh molor dan harus benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rimbun di tengah pelaksanaan reses serentak DPRD Kotim di lima daerah pemilihan (dapil). Para anggota dewan saat ini sedang turun ke lapangan untuk menjaring berbagai keluhan masyarakat yang akan menjadi bahan pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Reses bukan formalitas. Ini fondasi penentuan arah pembangunan. Aspirasi masyarakat harus tercermin dalam RAPBD 2026,” tegas Rimbun, Kamis (16/10/2025).
Tegaskan Risiko Jika Anggaran Molor
Ia mengingatkan bahwa keterlambatan pembahasan anggaran bisa berdampak luas, mulai dari terhambatnya proses administrasi keuangan hingga tertundanya pelaksanaan program yang bersifat mendesak.
“Kalau pembahasan kita lambat, rakyat yang menerima akibatnya. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal tanggung jawab moral,” tegasnya.
Fraksi Diminta Serahkan Laporan Reses yang Akurat
Rimbun meminta seluruh fraksi untuk segera merampungkan laporan reses dengan berbasis data lapangan, sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program nyata, bukan sekadar catatan dalam dokumen resmi.
“Aspirasi tidak boleh berhenti di kertas. Harus diwujudkan dalam kebijakan dan dalam alokasi anggaran,” ujarnya.
Isu Prioritas: Jalan Rusak, Air Bersih, dan Ekonomi Lokal
Sejumlah persoalan yang banyak disampaikan warga selama reses meliputi:
Perbaikan dan peningkatan akses jalan, Ketersediaan air bersih, Penguatan ekonomi lokal dan UMKM.
Rimbun menegaskan bahwa disiplin dalam penyusunan APBD merupakan wujud nyata komitmen DPRD sebagai wakil rakyat.
“Disiplin anggaran itu bentuk komitmen kita kepada publik. Kalau kita tepat waktu dan tepat sasaran, masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutupnya.

