Aspirasi Infrastruktur dan Layanan Dasar Meningkat, Reses Hendra Sia Soroti Ketimpangan Fasilitas Desa
ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Dapil V, Hendra Sia, membuka kembali potret kebutuhan mendasar yang hingga kini masih dirasakan warga di pedesaan.
Saat menyerap aspirasi masyarakat Desa Tumbang Batu, Kecamatan Bukit Santuai, Hendra menerima berbagai keluhan yang menyoroti ketimpangan fasilitas infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan.
Dalam dialog terbuka bersama warga, salah satu usulan yang paling mendesak adalah pembangunan siring dan semenisasi jalan desa.
Akses tersebut dinilai sangat vital, karena menjadi jalur utama masyarakat untuk mobilitas harian dan pengangkutan hasil kebun.
“Permintaan warga soal peningkatan jalan desa cukup kuat karena akses ini menjadi penunjang utama aktivitas ekonomi,” ujar Hendra, Jumat 17 Oktober 2025.
Bidang kesehatan juga menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan kondisi kantor posyandu yang mulai rusak, sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Sementara itu, dunia pendidikan turut diwarnai persoalan yang tidak kalah penting. SDN 1 Tumbang Batu kekurangan tenaga pendidik.
Dengan total enam rombongan belajar dan sekitar 100 siswa, sekolah tersebut hanya memiliki lima guru berstatus PNS serta satu guru kontrak yang honornya bersumber dari dana BOS.
Hendra menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dibawa dalam laporan resmi ke rapat paripurna DPRD Kotim untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ia juga menyampaikan bahwa perbaikan Pustu telah direalisasikan pada program aspirasinya tahun 2025.
“Semua masukan masyarakat ini akan menjadi bagian dari laporan reses. Kami berharap pemerintah daerah dapat benar-benar menyikapinya sebagai kebutuhan prioritas,” tambahnya.
Hendra optimis bahwa aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan kuat dalam penyusunan program kerja daerah pada tahun anggaran 2026, terutama untuk memperbaiki kualitas layanan dasar di desa-desa yang masih tertinggal dalam pembangunan.

