12 Februari 2026

Reses di MHS Ungkap Minimnya Sentuhan Pembangunan, Warga Samuda Desak Perbaikan Jalan Tertunda Puluhan Tahun

 Reses di MHS Ungkap Minimnya Sentuhan Pembangunan, Warga Samuda Desak Perbaikan Jalan Tertunda Puluhan Tahun

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Kunjungan reses Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Dapil 3, Wahito Fajriannoor, kembali menegaskan persoalan klasik yang belum terselesaikan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Infrastruktur dasar, khususnya kondisi jalan di Kelurahan Samuda Kota, menjadi sorotan utama warga yang menilai pembangunan di wilayah tersebut berjalan sangat lambat.

Dalam pertemuan bersama masyarakat, Fajrin—sapaan akrabnya—mendapati keluhan mendasar mengenai kerusakan jalan yang dianggap sudah melewati batas toleransi.

Salah satunya adalah Jalan Bagandung, yang menurut warga sudah bertahun-tahun penuh lubang, digenangi air, dan membahayakan pengendara.

“Jalan Bagandung menjadi keluhan paling banyak yang masuk. Kondisinya rusak berat dan sudah sangat lama tidak tersentuh perbaikan,” ujar Fajrin, Jumat 17 Oktober 2025.

Informasi warga setempat menyebutkan, pembangunan terakhir jalan tersebut dilakukan pada era Didik Salmijardi, sekitar tahun 1994–1999.

Sejak itu, tak ada peningkatan signifikan meski jalur tersebut termasuk akses vital bagi masyarakat, pelajar, hingga aktivitas ekonomi warga Samuda.

Situasi ini, menurut Fajrin, bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga menunjukkan adanya ketimpangan perhatian pembangunan di wilayah-wilayah yang sudah lama berdiri.

Ia juga menyinggung komitmen yang pernah disampaikan oleh Halikinnor terkait rencana perbaikan jalan, namun realisasinya belum tampak hingga kini.

“Setiap hari masyarakat melewati jalan ini. Dengan kondisi rusak parah seperti itu, keselamatan mereka terancam. Pemerintah daerah harus menempatkan Jalan Bagandung sebagai prioritas,” tegasnya.

Fajrin menambahkan bahwa Samuda Kota adalah kawasan pemukiman tertua dan cukup padat di Kecamatan MHS, sehingga peningkatan infrastrukturnya seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Ia memastikan seluruh keluhan masyarakat akan dimasukkan dalam laporan resmi reses untuk dibahas dalam agenda bersama pemerintah.

Warga pun berharap adanya langkah konkret, bukan sekadar janji ulang tahun demi tahun.

“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu perbaikan ini. Harapannya pemerintah benar-benar mendengar dan segera mengambil tindakan,” pungkas Fajrin.

isuIndonesia.com

Related post