Drainase Tua di Baamang Picu Banjir Rutin, Komisi IV Minta Normalisasi Masuk Prioritas Anggaran 2026
ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Infrastruktur drainase di kawasan Baamang kembali menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim). Saluran air di sepanjang Jalan Muchran Ali dinilai sudah tak mampu lagi menampung debit air, sehingga banjir menjadi rutinitas setiap hujan deras maupun saat air sungai pasang.
Anggota Komisi IV, Paliansyah, memaparkan bahwa sebagian besar drainase di jalur tersebut sudah tidak berfungsi optimal. Mulai dari simpang tiga Pasar Keramat hingga arah kantor PLN Baamang Hulu, kondisi saluran yang tersumbat membuat air meluap ke badan jalan.
“Drainase itu dibangun sekitar 50 tahun lalu dan tidak pernah diperbaiki. Banyak yang sudah dangkal, tersumbat, dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Paliansyah, Senin 20 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, genangan air yang terus terjadi mengakibatkan kerusakan lapisan aspal, terutama saat hujan deras yang berbarengan dengan air pasang. Selain pendangkalan, sebagian saluran juga tertutup tanah dan sampah, sehingga air tak memiliki ruang mengalir secara normal.
Paliansyah menilai pemerintah daerah perlu melakukan normalisasi secara bertahap jika mempertimbangkan efisiensi anggaran. Ia mengusulkan minimal satu hingga dua kilometer drainase diperbaiki sebagai tahap awal untuk mengurangi dampak banjir.
“Yang penting alirannya hidup dulu. Kalau bertahap, yang penting ada dimulai perbaikannya,” ujarnya.
Masalah serupa, lanjutnya, juga terjadi di Jalan RA Kartini. Selain pendangkalan, aktivitas masyarakat yang menggunakan area di atas drainase untuk berjualan turut memperparah penyumbatan aliran air.
“Bangunan pedagang menutup saluran, jadi airnya tidak bisa mengalir. Ini perlu penertiban agar tidak makin parah,” tegasnya.
Politisi PDIP tersebut berharap Dinas PUPR dan instansi terkait memasukkan perbaikan drainase sebagai prioritas dalam penyusunan APBD 2026, mengingat dampaknya sangat dirasakan masyarakat dan dapat merusak infrastruktur jalan yang sudah ada.

