12 Februari 2026

Drainase Kronis Picu Banjir Tahunan, Komisi IV DPRD Kotim Minta Antang Barat Masuk Prioritas Utama 2026

 Drainase Kronis Picu Banjir Tahunan, Komisi IV DPRD Kotim Minta Antang Barat Masuk Prioritas Utama 2026

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Idi, mendesak pemerintah daerah segera memprioritaskan pembangunan drainase dan perbaikan jalan poros di wilayah Antang Barat, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Seruan ini kembali mengemuka setelah warga berulang kali menjadi korban banjir setiap musim hujan.

Idi menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan tersebut sudah berlangsung lama dan tidak bisa lagi ditangani dengan langkah-langkah sementara.

“Masalah banjir di Antang Barat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ini bukan kejadian baru, tetapi persoalan berulang yang tak kunjung diselesaikan,” ujar Idi, Senin (27/10/2025).

Drainase Dangkal dan Tidak Terhubung, Warga Terus Jadi Korban

Idi yang turun langsung bergotong royong bersama warga melihat sendiri kondisi lapangan: saluran air dangkal dan tidak terkoneksi dengan drainase utama. Hal inilah yang menyebabkan air hujan meluap dan menggenangi jalan serta permukiman.

“Air tidak punya jalur pembuangan. Ketika hujan lebat, yang jadi tampungan adalah rumah warga,” tegasnya.

Selain itu, Idi menyoroti kondisi jalan poros Antang Barat yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan berarti. Padahal, jalan itu menjadi akses utama masyarakat menuju pusat kota hingga ke area pemakaman umum.

“Akses ini dipakai masyarakat setiap hari, termasuk ke pemakaman. Sudah selayaknya masuk skala prioritas pembangunan,” tambah politisi PKB tersebut.

Warga Bertahan dengan Swadaya, Tapi Tidak Bisa Selamanya

Idi mengapresiasi kepedulian warga RW 14, terutama RT 43, yang secara mandiri melakukan perbaikan dan pengerukan parit. Namun, menurutnya, warga tidak bisa terus dibebani solusi swadaya tanpa adanya intervensi pemerintah.

“Kepedulian warga luar biasa. Tapi pemerintah harus hadir. Drainase permanen dan berkelanjutan mutlak diperlukan,” jelasnya.

Separuh Wilayah Selalu Terendam Setiap Tahun

Banjir tahunan yang melanda sekitar 50 persen wilayah Antang Barat juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan. Beberapa waktu lalu, warga sempat menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat banyaknya genangan air.

Ketua RT 43/RW 14, Mat Hali, membenarkan bahwa banjir selalu datang setiap musim hujan. Warga pun rutin gotong royong membersihkan parit sebagai upaya antisipasi.

“Kalau hujan deras, pasti ada rumah yang tergenang. Kami berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan dan drainase tahun depan. Sudah terlalu lama tidak ada pembangunan,” ujarnya.

DPRD Dorong Masuk Prioritas 2026

Melihat kondisi tersebut, Komisi IV DPRD Kotim meminta agar pembangunan drainase dan peningkatan jalan poros Antang Barat masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten Kotim pada tahun anggaran 2026.

“Ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Tahun depan harus ada langkah nyata dari pemerintah daerah,” tegas Idi.

isuIndonesia.com

Related post