12 Februari 2026

DPRD Kotim Desak Polres Tindak Tegas Dugaan Tebang Pilih Kasus Narkoba di Belakang Eks Golden

 DPRD Kotim Desak Polres Tindak Tegas Dugaan Tebang Pilih Kasus Narkoba di Belakang Eks Golden

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan sikap serius atas keluhan masyarakat mengenai dugaan praktik tebang pilih dalam penanganan kasus narkoba, terutama di kawasan belakang eks Bioskop Golden Sampit yang disebut-sebut rawan peredaran barang haram tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotim, Eddy Mashami, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah konkret untuk memastikan seluruh laporan masyarakat ditangani secara objektif.

“Kami akan memanggil pihak kepolisian untuk meminta penjelasan resmi. Jika memang ditemukan praktik tebang pilih, kami akan mendorong tindakan tegas terhadap oknum yang diduga terlibat,” tegas Eddy, Selasa 4 November 2025.

Menurutnya, penanganan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh meninggalkan ruang bagi potensi penyimpangan, mengingat dampaknya sangat merusak generasi muda.

Perkuat Koordinasi Antarinstansi

Eddy menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antara aparat kepolisian, BNNK, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok masyarakat, agar penanganan masalah narkotika dapat dilakukan dari hulu hingga hilir.

“Koordinasi yang solid akan memudahkan pertukaran informasi dan memperkuat strategi pencegahan serta pemberantasan,” ujarnya.

Dorong Evaluasi Kinerja Aparat

DPRD Kotim juga meminta agar kinerja aparat penegak hukum dievaluasi secara berkala untuk memastikan penanganan kasus narkoba berjalan adil, transparan, dan profesional.

“Hasil evaluasi harus disampaikan ke publik sebagai bentuk akuntabilitas. Ini penting untuk memulihkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Tekankan Edukasi dan Pencegahan

Selain penindakan, Eddy menilai edukasi bahaya narkoba juga harus diperkuat. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari sekolah, komunitas, hingga keluarga, mengambil peran aktif.

“Keluarga adalah benteng pertama. Edukasi harus menyentuh mereka agar bisa mendeteksi dan mencegah sejak dini,” imbuhnya.

Minta Kepolisian Lebih Transparan

Eddy turut meminta aparat kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan kasus narkoba secara berkala, tentunya tetap dalam koridor aturan dan tidak mengganggu proses penyelidikan.

“Penegakan hukum yang adil harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Semua pelaku, baik kecil maupun besar, harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, kawasan belakang eks Bioskop Golden menjadi sorotan publik setelah berbagai unggahan warganet menyebut lokasi itu rawan transaksi narkoba. Beberapa komentar juga mempertanyakan ketegasan aparat dan menuding penindakan hanya menyasar pengedar kecil, sementara jaringan besar dinilai tidak tersentuh.

DPRD memastikan keluhan ini akan dibawa secara resmi agar mendapat penanganan yang jelas.

isuIndonesia.com

Related post