12 Februari 2026

DPRD Kotim Dorong Gerakan Pemuda Bersinar, Marudin: “Anak Muda Harus Jadi Penggerak, Bukan Korban”

 DPRD Kotim Dorong Gerakan Pemuda Bersinar, Marudin: “Anak Muda Harus Jadi Penggerak, Bukan Korban”

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Marudin, menyerukan agar generasi muda tidak hanya menjadi objek sosialisasi bahaya narkotika, tetapi tampil sebagai penggerak utama gerakan pemberantasan narkoba di daerah tersebut. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas maraknya penyalahgunaan narkotika di sejumlah wilayah Kotim.

Marudin menegaskan bahwa upaya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) tidak akan efektif jika tidak mendapatkan dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peran anak muda menjadi sangat penting karena kelompok usia ini paling rentan sekaligus paling berpengaruh dalam lingkungan sosial. “Peredaran narkoba cukup tinggi di daerah kita. Untuk memutus mata rantainya, anak muda harus mengambil peran strategis, bukan sekadar menjadi penonton,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Legislator PKB ini mengatakan bahwa pengawasan dan pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Lingkungan tempat tinggal, komunitas, hingga ruang-ruang pergaulan sehari-hari harus menjadi benteng pertahanan pertama. “Peran masyarakat itu vital. Tapi peran anak muda jauh lebih penting karena mereka yang paling tahu dinamika pergaulan di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, pemuda dapat menjadi agen antinarkoba dengan membangun komunitas positif, menciptakan ruang kegiatan kreatif, serta ikut menyebarkan edukasi mengenai bahaya narkoba. Pendekatan antarkomunitas dinilai lebih efektif untuk menjangkau generasi sebaya. “Kalau anak muda sendiri yang bergerak, pesan pencegahan itu akan lebih mengena. Mereka punya pengaruh besar di lingkaran pergaulan,” kata Marudin.

Ia juga mengingatkan risiko besar jika anak muda justru ikut terseret dalam penyalahgunaan narkotika. “Jangan sampai pemuda kita terjerat dalam pusaran ini. Pencegahan harus mulai dari mereka, baik di sekolah, kampus, maupun komunitas sosial,” tambahnya.

Marudin menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menghidupkan gerakan Pemuda Bersinar (Bersih dari Narkoba) di setiap desa, kelurahan, dan komunitas. “Kalau anak muda kompak, daerah ini pasti bisa keluar dari ancaman narkoba. Mereka harus jadi penggerak, bukan korban,” tandasnya.

isuIndonesia.com

Related post