Sosialisasi Bahaya Api dan Kebakaran Lingkungan Digelar di SDS Tunas Agro 2 Bukit Santuai
ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lingkungan kembali diperkuat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di SDS Tunas Agro 2, Kecamatan Bukit Santuai.
Kegiatan ini menjadi langkah edukatif penting bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar dalam memahami bahaya api serta dampak kebakaran terhadap kesehatan, keamanan, dan lingkungan.
Materi sosialisasi dibawakan oleh Asisten Manajer EHS (Environment, Health, and Safety), Feri Markop Runtu Pandoyo, yang menjelaskan secara rinci penyebab umum kebakaran, bahaya yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Dalam penyampaiannya, Feri menekankan bahwa kebakaran hutan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan manusia, mengganggu aktivitas belajar, dan menurunkan kualitas udara.
“Kebakaran dapat terjadi hanya karena kelalaian kecil. Maka penting sekali bagi kita semua, termasuk anak-anak, untuk memahami apa saja yang harus dihindari dan bagaimana bertindak jika melihat potensi bahaya api,” jelasnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka juga diberikan contoh nyata tentang dampak kabut asap serta bagaimana perilaku sederhana, seperti tidak bermain api di area rawan kering, dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran.
Guru SDS Tunas Agro 2 menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala mengingat daerah Bukit Santuai merupakan wilayah yang rentan mengalami kebakaran lahan.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab serta pesan agar seluruh peserta menjadi agen kecil pencegah kebakaran di lingkungan masing-masing. Pihak sekolah pun mengapresiasi langkah proaktif dari tim EHS dalam memberikan edukasi langsung kepada generasi muda.

