12 Februari 2026

Juliansyah Dorong Santri Jadi Motor Ekonomi Baru Kotim, Bukan Sekadar Penjaga Tradisi

 Juliansyah Dorong Santri Jadi Motor Ekonomi Baru Kotim, Bukan Sekadar Penjaga Tradisi

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum untuk mendorong santri tampil sebagai kekuatan baru dalam pembangunan daerah.

Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, menegaskan bahwa santri harus diberikan ruang lebih luas dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan kewirausahaan.

Dalam peringatan HSN di halaman Setda Kotim, Rabu (22/10/2025), Juliansyah mengatakan bahwa tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” mencerminkan peran santri yang kini melampaui lingkup pesantren.

Menurutnya, santri telah menjadi bagian penting dari pembangunan nasional, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern yang menuntut inovasi dan kompetensi tinggi.

“Santri bukan hanya penjaga moral dan nilai-nilai keagamaan. Mereka punya potensi besar menjadi pelaku pembangunan yang kreatif dan produktif,” ujarnya.

Juliansyah menekankan bahwa santri masa kini harus menjadi generasi yang mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Ia menilai, kemampuan adaptasi menjadi kunci agar santri dapat mengambil peran strategis di masa depan.

Lebih jauh, ia menegaskan komitmen DPRD untuk mendorong lahirnya ekosistem santri yang berdaya saing. Program seperti santripreneur, pelatihan vokasi, hingga akses permodalan berbasis pesantren disebutnya harus menjadi prioritas daerah.

“Kami ingin santri tidak hanya kuat secara ilmu dan akhlak, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Pesantren harus menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Menurut Juliansyah, tema besar Hari Santri tahun ini mengandung pesan kuat bahwa santri memiliki tanggung jawab moral dan intelektual dalam membawa Indonesia menuju peradaban yang unggul.

Ia berharap santri Kotim dapat menjadi teladan dalam menciptakan masyarakat yang damai, toleran, dan berkarakter.

“Santri membawa harapan besar. Dari pesantren, kita berharap lahir generasi yang mampu mengharumkan Indonesia di kancah dunia melalui pengetahuan dan akhlak mulia,” pungkasnya.

isuIndonesia.com

Related post