12 Februari 2026

Kurniawan Desak Penanganan Banjir Pelita Timur: ‘Ini Bukan Lagi Keluhan, Tapi Alarm Serius’

 Kurniawan Desak Penanganan Banjir Pelita Timur: ‘Ini Bukan Lagi Keluhan, Tapi Alarm Serius’

ISUINDONESIA.COM, SAMPIT – Persoalan banjir di kawasan perkotaan kembali menjadi sorotan Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Dapil I, Muhammad Kurniawan Anwar.

Legislator muda itu menilai genangan yang terus berulang di Jalan Pelita Timur, tepat di depan Toko Karya Jaya, sudah masuk kategori masalah serius yang memerlukan langkah penanganan nyata.

Kurniawan mengungkapkan, intensitas hujan ringan saja sudah cukup membuat kawasan tersebut tergenang. Menurutnya, situasi itu mengindikasikan adanya persoalan struktural pada saluran drainase yang tidak lagi mampu bekerja optimal.

“Banjirnya tidak menunggu hujan deras. Hujan sebentar saja air sudah naik. Ini menunjukkan drainasenya tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” tegas Kurniawan, Rabu (15/10).

Ia menilai selama ini penanganan banjir hanya bersifat parsial, sehingga tidak memberikan dampak signifikan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan kajian total dan revitalisasi menyeluruh terhadap jaringan drainase di pusat kota.

“Tidak bisa hanya menambal satu titik lalu berharap masalah selesai. Sistem drainase itu saling berhubungan. Kalau satu jalan diperbaiki tapi jalur pembuangannya buntu, ya tetap banjir,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengingatkan bahwa banjir yang terus berulang bukan hanya meresahkan warga, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan menurunkan kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan strategis.

“Setiap tahun keluhan yang sama muncul. Ini bukan sekadar gangguan rutinitas, tetapi sudah menjadi alarm serius yang harus segera direspons,” imbuhnya.

Kurniawan memastikan DPRD akan mendorong agar pembenahan drainase dimasukkan sebagai program prioritas pada penyusunan APBD 2026. Ia menegaskan bahwa kota yang berkembang harus ditopang oleh sistem lingkungan yang tertata, termasuk infrastruktur pembuangan air yang memadai.

“Kami akan kawal dari sisi anggaran. Penanganan banjir itu soal kenyamanan, keselamatan, dan masa depan kota,” pungkasnya.

isuIndonesia.com

Related post